Posted by: mademori on: February 5, 2011
Benar!! Setiap hari adalah Anugrah dari Yang Maha Kuasa kepada kita sebagai Umatnya. . .
Hari ini, aku mendapatkan Anugrah yang begitu besar. . . Kepada Iyul, An, dan (terutama) Iwan, aku berterima kasih dan mengucapkan maaf, bahwa setelah apa yang kita lalui beberapa waktu yang lalu, akhirnya kita sampai kepada titik ini.
Kepada Allah yang begitu baiknya kepada hamba-Nya yang hina ini, Terima Kasih banyak…… Alhamdulillah. . . Engkau telah mengembalikan sahabat-sahabat hamba kepada hamba, dan meski masih dalam keadaan yang tak mampu terutarakan, terima kasih banyak ya Allah. .
Anugrah ini amatlah besar. . .
Kebahagiaan ini begitu jelas terasa. . .
Iyul, meski kau sering membuatku marah dengan sikap egoismu, aku akan selalu menyayangimu. .
Dan kau, An, yang selalu saja mau tau urusanku, aku selalu mau menerimamu. . .
Kepada Iwan, segalanya untukku, aku selalu menghargaimu. . .
Terima kasih banyak semuanya!!
Sekarang, semua berangsur-angsur membaik, hanya tinggal tersisa satu orang. Satu kisah, dan satu kenangan pahit. . .
Adakah anugrah untuk memperbaiki kesalahan itu? Kuharap demikian Ya Allah. . . . . Amiiiiiiiiiinnnnn~
Posted by: mademori on: December 22, 2010
Wah, ternyata saya memang ciri orang yang melankolis yah
Kembali bercerita mengani sesuatu yang menyedihkan. .
Ya Raabbbb, betapa aku merindukan masa-masa SMPku. Teman-temanku, persahabatan kami, suasana sekolah, guru-gurunya, juga kepribadian ku dahulu. Aku merindukan banyak hal dari masa lalu. . .
Hari ini bersama dengan Tanty dan Tiwi, kami membahas kisah-kisah di masa lalu.
Awal pertemuan kami 5 tahun yang lalu di kelas 7-B SMPN 1 Dompu, pertemuan kami dengan ke9 orang lainnya, yang menjadi awal dari semua kisah menyenangkan dalam hidupku.
Ya Allah, terima kasih atas segala kenangan berharga ini. . Atas segala bentuk kenangan yang kuterima, meski itu ada pula yang tidak membahagiakan.
Terima kasih atas kehidupanku yang menyenangkan saat ini. .
Dan jika Engkau berkehendak, maka kehidupanku di masa yang akan datang pun akan sama menyenangkannya atau malah lebih.
Terima kasih atas segala anugerah ini Ya Allah. . Alhamdulillah. .
Terkenangan kepada sahabat terbaikku *dahulu* yang akan selalu ada disaat aku membutuhkannya, yang tangannya akan selalu meraih tanganku disaat aku terjatuh, yang kasih dan perhatiannya bagaikan kakakku sendiri, yang dengan kebodohanku sendiri, aku melapaskannya
Bagaimana kabarmu saat ini,Bang?
Aku senang kalau kau berbahagia dengannya. . Terima kasih untuk segala yang pernah kita lalui bersama beberapa tahun ini.
Maafkan segala kebodohanku. .
Dan kuminta, hancurkan peti es yang telah membekukan hatimu.
Aku masih ingin kita bersahabat seperti dulu.
Posted by: mademori on: December 15, 2010
*ki-ka :Kepsek Lama dan Kepsek Baru
Ada pepatah mengatakan : “usah tangisi perpisahan, sebaliknya tangisi sebuah pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan”
Pepatah itu benar adanya, tetapi ada beberapa kata dimana aku tidak setuju.
“Usah tangisi perpisahan.”
Rasanya mustahil tidak menangisi sebuah perpisahan. Seperti beberapa menit yang lalu, aku dan teman-teman, menangis. Berderai air mata.
Menyanyikan lagu Hymne Guru, seraya berjabatan dengan Bpk. Drs. Abidin, dan berderai air mata.
Ingin kutahan saja air mata ini. . . Tetapi begitu melihat wajah Beliau, kesedihan itu menyusup jauh ke dalam hati.
Aku akan selalu merindukan wajah itu. Wajah yang menunjukan keseriusan, dan kelelahan menghadapi murid-murid yang bandel.
Wajah yang menunjukan senyum, kepercayaan, keyakinan, semangat, dan dukungan dalam waktu yang lain.
Wajah yang terkadang tampak polos, namun dengan tegas menyiratkan kebanggaan.
Drs. Abidin. . .
Kepala Sekolahku yang selama 5 tahun 4 bulan menjabat, akhirnya pindah sudah. Digantikan oleh Pak Opik.
Awalnya kupikir aku tak akan sesedih ini. Tetapi, sampai pada hari Hnya, aku pun merasa sedih dan takut luar biasa.
Sedih karena kehilangan Beliau, dan takut karena rasanya tak ada lagi yang mampu membimbingku untuk urusan OSIS seperti Beliau.
Benar apa yang dikatakan Pak Ridwan saat menyampaikan Kesan dan Pesan tadi, Beliau memang sosok yang disiplin, namun terbuka menerima saran dan kritik. Yang selalu dapat membimbing dan tegas. Dan yang akan selalu kami banggakan.
Dan benar pula apa yang dikatakan Pak Opik (tadi), “Kami hanyalah anak-anak kecil, kami masih membutuhkan Beliau untuk menemani kami, mengajarkan kami, membimbing kami. Betapa kami sangat kehilangan sosok Beliau yang kebapakan.”
Sungguh sedih rasanya.
“Beginilah Baliau. . Ketegasan dan Perhatiannya.”
Dan benar apa yang dikatakan seorang pintar, “bahwa kita akan menyadari betapa berharganya sesuatu, jika kita telah kehilangannya.”
Itu pula yang aku rasakan. Aku tak menyadari begitu besar kehilangan ini, hingga hari ini, disaat Beliau menyampaikan kata perpisahan.
Tau kenapa? Karena ketegasan Beliau telah membuat kami kewalahan.
Seperti sehari yang lalu. . Demi persiapan acara perpisahan ini, telah banyak yang kami atur. Tetapi, Beliau menolak untuk mengadakan acara perpisahan secara besar-besaran. Beliau berkata, “cukup dua tiga orang guru sebagai saksi.”
Betapa kecewa kami. Namun kami seharusnya mengerti, semua Beliau lakukan demi kepentingan bersama. Setiap detik sangatlah berharga. Ujian Semester telah ada di depan mata kami, ini bukanlah saat yang tepat untuk merepotkan diri dengan hal yang tidak perlu.
Tetapi tentu saja kami tetap merasa kecewa dan marah. Bukankah rasanya garing banget dengan alasan seperti itu??
Kini, Pak Abidin tak lagi bersama kami. Bukan milik keluarga besar SMA 1 Dompu lagi. Dan betapa sedihnya kami.
Tetapi, jasanya tentu akan selalu kami ingat. Sosoknya ketika Upacara, dengan tangan terlipat, akan selalu kami rindukan.
Dan untuk saya pada khususnya, saya akan sangat merindukan saat-saat dimana saya dan Beliau membicarakan Program Kerja OSIS. Bagaimana cara terbaik menjalankan Program Kerja tersebut, serta saya pasti akan selalu merindukan sosok Beliau yang selalu memberikan Kepercayaan kepada Saya.
“Saya yakin, Insya Allah, kalau Rafa Ketua OSISnya, pasti akan ada perubahan yang berarti untuk sekolah kita.”
Terima kasih untuk semua kepercayaannya, Pak. Doankan kami selalu. . Kami merindukan Bapak!!
Selamat Jalan dan Terima Kasih. Teruslah berkarya
Posisi ‘Tangan Terlipat’ dari Drs.Abidin yang sangat terkenal setiap kali Beliau menasehati kami.
*Keterangan : Foto diambil saat Upacara Bendera di hari Pelantikan OSIS SMA Negeri 1 Dompu masa Bakti 2010-2011
Posted by: mademori on: December 15, 2010
Baru bisa mosting lagi (-__-)
Akhirnyaaaaaa……….. Yup!! Ayo kita nyambung cerita yg udah berlalu hampir sebulan itu
Jadi, waktu tim III dapat giliran buat nyebrangin rawa dengan naik perahu, betapa ajaibnya mereka!!
Tim yang keseluruhan anggotanya berjenis kelamin Adam ini, RUPANYA TAK BISA BERENANG!!!!! Dan ada 1 orang yang benar-benar parah…….
Saking takutnya untuk berenang, si ‘dia’ ini malah berpegangan erat pada perahu, dan wajahnya luar biasa pucat.
Lebih parahnya lagi itu perahu malah ga maju-maju ke depan. . Yang ada perahunya mundur dan oleng!!!
Kebayang dong gimana paniknya si ‘dia’??
Sampai akhirnya tuh perahu berhasil menepi di seberang, si ‘dia’ bahkan ancang-ancang buat Sujud Syukur di atas tanah yang becek. hahahahaha
Perjuangan kami ga sampai disitu!! Untuk nyampai Felo Janga, dengan istilah Hiking, kami harus melewati tiga hingga empat gunung.
Dengan air minum yang habis terlebih dahulu, perjalanan ini benar-benar melelahkan. Dan betapa nekatnya saya, dengan keputus asaan penuh, SAYA MINUM juga tuh air laut yang Asssiiiinnnya lebih parah dari air laut biasa!!!
Heeemmmppphhh…….
Tapi, endingnya cukup sedih.
Teacher bilang, “Akuilah bahwa apa yang kita alami hari ini sebagai memory indah. Aku bukannya ingin mendahului, tetapi aku hanya mengingatkan, bahwa perpisahan akan datang setelah pertemuan. Dan jika saatnya nanti tiba, jadikanlah segala hal yang terjadi hari ini sebagai sebuah kenangan yang indah untuk kalian. Aku menyayangi kalian.”
>> Yup!! Perpisahan memang selalu meninggalkan luka. . . Tetapi, bukan berarti setelah perpisahan takkan pernah ada pertemuan lagi kan??
Suatu hari kita semua akan dipertemukan kembali, hingga pada saatnya di kehidupan yang abadi.
Duuuhh. . . sok dramatis banget sih??
*maaf yah >___<
Soalnya lagi dalam keadaan duka cita nih. . Kepsek kami pindah.
(eiittsss~!!! Ada di postingan selanjutnya)
Posted by: mademori on: November 22, 2010
Party yang ini bukanlah sebuah pesta. . Terlebih lagi pesta pinggir pantai!! BUKAN!! Ini bukan pesta pinggir pantai!!! Bukaaannn
=_=’ *okey… saya tau saya lebay
Tapi PARTY adalah nama sebuah lembaga Kursus Bahasa Inggris. . . Dengan Teacher Eric Aminullah sebagai ‘Kaptennya’
Keterangan ** jreng-jrengg-jreenggg….
Cowok yang megang benda berwarna merah itu adalah Teacher Eric Aminullah. . Lalu, gadis berbaju hijau (yang cantik nan rupawan) adalah saya, dan yang satunya lagi teman Kursus saya. . Unnie Cory
hehehe
Hari itu, 21 November 2010. .
Saya dan teman-teman Kursus mengadakan Hiking ke sebuah Pulau TIDAK terpencil namun tidak pula berpenghuni bernama, FELO JANGA!! *Pulau ini ada pula pada Episode ULTAH saya. . hehehehe
Felo Janga berada di Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Profinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Ada dua hal yang begitu istimewa jika diperhatikan dengan seksama di Pulau ini
1.Namanya Felo Janga (Felo : Jengger, Janga : Ayam) karena ada satu Pulau di tengah laut yang berbentuk seperti Jengger Ayam.
2.Gua Kelelawar YANG BENTUKnya seperti SEBUAH CANDI!! *sayang banget saya ga foto :’(
Jadiii….. kalau Anda melihat Pulau ini sekilas, maka saya jamin Anda hanya menyangka ini sebuah Pantai JELEK nan berlumpur (pasirnya item)
Tapi, setelah memperhatikan dengan seksama. . Barulah Anda mendapatkan keindahannya ^^
Ups!! Kebablasan. .!!
Yang harus dibahas disini adalah BAGAIMANA Perjalanan saya HINGGA Sampai ke Felo Janga!!
YUP!!
Anda tau saudara-saudara sekalian??
SAYA DITURUNKAN BEMO DI SIMPANG EMPAT!!! *Bukan saya saja, tetapi saya dan teman-teman seperjuangan.
Akhirnya, kami terpaksa JALAN KAKI, entah berapa kilo hingga sampai ke Rumah salah seorang teman kami, Didit.
Suasananya begitu HOT!! Sungguh HOT!!! Bahkan, jalanan yang terbuat dari kerikil itu pun bagaikan mengeluarkan uap saking panasnya. . . Dan saya cuma bisa merengut, ketika Teacher saya mengabadikan MOMENT PALING LANGKA dalam hidup saya tersebut!!
Untuk beberapa saat kami ber’tahan’ dirumah Didit. Ada sebuah pesan klassik yang disampaikan Teacher, “Untuk kalian yang anak manja (jelas itu saya!!) dan untuk kalian yang tidak pernah merasakan bagaimana susahnya hidup, hari ini kalian mengerti. Kalian merasakan menjadi orang miskin, berjalan sekian kilo meter, dalam keadaan panas dan haus. Tetapi nikmati saja ya.”
Okeyh!! Saya akui itu ga buruk-buruk amat. . Saya cuma iseng aja marah-marah. . Soalnya Teacher saya tega bener bikin rencana ga pake kisi-kisi lebih dahulu
Ga habis sampai di situ!! Disebelah rumah Didit, ada sebuah Rawa, dan kami harus melewatinya. . EIts!! Untungnya kami ga disuruh berenang. Sebab, saya cuma bisa berenang GAYA BATU!! Dan dijamin gada kehidupan kalau sampai saya mempertontonkan gaya renang saya yang ajaib itu. . .
Kami naik perahu tanpa motor lhooo…..
Dan si Didit beserta para pengikutnya, BERHASIL mendorong perahu hingga sampai ke seberang. .
Tidak cukup sampai di situ, ada kejadi seru di atas Perahu saat tim III mendapat giliran
TO BE CONTINUE!!!
—->> Ada di postingan selanjutnya
Posted by: mademori on: October 19, 2010
Pasti akan terlihat kerend kalau kita memimpin banyak orang, dan dikenal luas.
Tetapi tidak demikian dengan yang saya rasakan setelah Kemenangan Mutlak Menjadi Ketua OSIS beberapa hari terakhir ini.
Entah kenapa, rasanya, pemilihan OSIS kali ini benar-benar meriah. Sampai-sampai, satpam sekolah pun ngfans bangeeeeetttttttt sama saya!!!!!!
Setiap hari, hampir setiap saat saya melangkah, orang-orang menyapa saya dengan panggilan “Ibu Ketua OSIS”
Itu merupakan suatu kebanggaan untuk saya, namun ada perasaan dimana Rafa yang dulu itu hilang, dan digantikan oleh orang lain yang saya sendiri tak menganalnya…….
Rasanya melelahkan…..
Saya sendiri sebenarnya tak pernah memiliki cita-cita menjadi seorang Pemimpin.
Namun banyak orang yang mempercayakan memberikan jabatan tersebut kepada saya. . .
Pada intinya, saya memiliki banyaaaaaaaaaakkkkkkk sekali kawan. Tak membedakan siapa ia, dan bagaimana ia. Sehingga banyak orang yang menyayangi saya
Tetapi, sampailah saya pada dilema ini. . .
Dimana terkadang, dari sekian banyak teman yang saya miliki itu, banyak pula diantaranya yang akan TANPA SADAR memanfaatkan jabatan saya.
Kadang saya sedih melihat keadaan yang seperti ini. .
*Dilema lebih tepatnya. . .
Orang-orang yang saya percaya, malah sering membuat saya kewalahan mengatasi masalah yang mereka ciptakan.
Membuat otak saya ingin sekali meledak, setiap kali memikirkan apa yang akan saya lakukan untuk menanggulangi semuanya.
Pemimpin dak Kepemimpinannya. . .
Saya rasa saya bisa menjadi Seorang Pemimpin yang Tegas, tetapi, dalam kepemimpinan saya nanti, mungkin saya akan sering sekali terpeleset.
Namun saya tau pasti, sahabat saya Tanty, tak akan pernah membiarkan saya terjatuh dengan keras
Ia akan selalu ada untuk mendukung dan menasehati saya, disaat saya masih menjadi Rafa, atau Ibu Ketua OSIS. .